Taman Nasional Baluran merupakan salah satu Taman Nasional di Jawa Timur yang tak kalah menarik untuk dikunjungi. Terletak di Banyuputih, Kabupaten Situbondo, nama dari Taman Nasional ini diambil dari nama gunung yaitu Gunung Baluran.

Taman Nasional Baluran memiliki kombinasi tipe vegetasi sabana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Untuk vegetasi sabana mendominasi sebagian besar kawasan ini sebesar 40 persen dari total luas area.

Di kawasan taman nasional dengan luas kurang lebih 25.000 hektar ini, traveler akan disuguhi dengan berbagai macam flora dan fauna serta pemandangan yang menakjubkan layaknya kawasan taman nasional di Afrika. Tak heran banyak yang menjuluki area ini dengan sebutan Africa van Java.

Saat mengunjungi dan menyusuri Taman Nasional Baluran, traveler akan melewati jalanan yang rusak cukup parah. Banyaknya lubang di jalan dan tanah yang tidak rata akan sering Anda jumpai. Selain itu, traveler akan menjumpai hewan-hewan yang lalu lalang di jalanan dan menyeberang begitu saja. Pastikan Anda hati-hati dalam berkendara agar tidak menabrak hewan tersebut.

Hutan Musim

Hutan Musim TN Baluran

Hutan Musim Taman Nasional Baluran, pict : wikipedia

Ketika pertama kali memasuki Taman Nasional Baluran, traveler akan menjumpai rerimbunan Hutan Musim. Diberi nama Hutan Musim karena hutan ini berubah-ubah sesuai musim yang ada. Pada musim penghujan, area hutan ini akan terlihat rimbun dan menghijau, sedangkan saat musim kemarau, dedaunan yang hijau banyak berkurang dan berubah warna kekuningan bahkan juga banyak yang rontok. Traveler akan menyusuri area Hutan Musim sejauh 5 kilometer.

Hutan Evergreen

Hutan Evergreen Baluran

Hutan Evergreen Baluran, pict : wikipedia

Selanjutnya, traveler akan menjumpai kawasan yang sering disebut Hutan Abadi. Area ini juga dikenal dengan sebutan Hutan Evergreen. Karena dedaunan di sini selalu terlihat hijau sepanjang tahun. Hutan Evergreen terletak di atas tanah subur dan lapisan tanahnya selalu dibasahi air. Di hutan ini, terdapat aliran sungai yang terus mengalir sehingga dapat membantu menjaga kesuburan tanah.

Savana Bekol

Savana Bekol Baluran

Savana Bekol Baluran, pict : liputan 6

Area inilah yang sebenarnya dijuluki Little Africa. Kawasan ini memiliki luas 10.000 hektar atau lebih dari sepertiga kawasan taman nasional. Hamparan padang rumput yang membentang luas dengan background gunung, menambah keindahan dan keeksotisan kawasan ini.

Savana Bekol memiliki karakter hampir sama dengan Hutan Musim. Saat musim penghujan, area padang rumput ini menjadi hijau dan menawan. Ketika musim penghujan, biasanya ada hewan-hewan yang berkeliaran di padang rumput ini. Ada rusa, banteng dan hewan lainnya berdatangan untuk memakan rerumputan di savana.

Jika ingin melihat lebih luas lagi area Savana Bekol, Anda bisa melihatnya melalui menara pandang. Menara dengan tinggi 30 meter tersebut akan membantu Anda untuk melihat-lihat pemandangan lebih jauh lagi.

Bagi wisatawan yang sedang berada di sini, diharapkan untuk hati-hati. Anda bisa saja menjumpai ular atau sekawanan banteng yang sedang datang atau melintas. Sebaiknya Anda berhenti dan biarkan mereka lewat dan pastinya jangan panik.

Pantai Bama

Pantai Bama Baluran

Pantai Bama Baluran, pict : tempo.co

Tujuan berikutnya adalah Pantai Bama. Berada sekitar 3 kilometer dari Savana Bekol. Traveler bisa meneruskan perjalanan dari savana mengikuti jalan yangb ada. Pantai Bama memiliki pemandangan yang tak kalah indah dibanding pantai lainnya. Fasilitas di pantai ini tergolong cukup lengkap. Tersedia juga penginapan untuk wisatawan. Bagi traveler yang menyukai wisata pantai, bisa melakukan aktivitas seperti berenang, snorkling, menyelam, dan menaiki perahu.

Selain itu traveler bisa menikmati pantai dengan putihnya pasir pantai dan ayunan yang tersedia disini. Apalagi, jika Anda penggemar fotografi. Terdapat spot-spot menarik yang bisa dijadikan obyek fotografi Anda.

Perlu diperhatikan saat berada di pantai Bama, yaitu adanya hewan kera ekor panjang. Gerombolan kera tersebut biasanya mengincar makanan yang dibawa wisatawan. Disarankan untuk berhati-hati dan menyimpan makanan dimana kera-kera tersebut tidak dapat menjangkaunya.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket masuk Taman Nasional Baluran relatif murah. Untuk weekdays, tiket masuknya sebesar Rp. 15.000,-. Sedangkan weekend dan hari libur, tiket masuknya Rp. 17.500,-.

Khusus untuk wisatawan asing/mancanegara, harga tiket yang berlaku adalah Rp. 150.000,- untuk weekdays dan Rp. 225.000,- untuk weekend dan hari libur.

 

Tentunya sayang sekali kalau traveler belum mengunjungi Africa van Java-nya Indonesia ini. Lokasi menuju Taman Nasional Baluran ini mudah dijangkau. Anda bisa mengikuti jalur menuju Banyuwangi – Situbondo. Karena kawasan ini berada diantara Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Banyuwangi. Jika menggunakan kendaraan umum, Anda bisa menggunakan bus yang berangkat dari terminal Banyuwangi dengan tujuan Situbondo. Kemudian, turun di depan Taman Nasional Baluran.

Namun jika Anda tak mau repot dengan urusan transportasi ke Taman Nasional Baluran, Anda bisa menggunakan jasa sewa transportasi kami. Bunga Indah Transport melayani sewa bus, sewa Elf, sewa Hiace, dan sewa mobil. Silahkan hubungi Customer Service kami. Dengan senang hati kami akan melayani dan menemani perjalanan wisata Anda.

Selamat berwisata 🙂

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply