Gunung Ijen adalah gunung berapi yang berada diantara perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Gunung Ijen memiliki kawah dengan kedalaman sekitar 200 meter dan luasnya hingga 5.466 hektar. Kawah ini menjadi danau air asam terbesar di dunia. Kawah Ijen juga berada dalam wilayah Cagar Alam Taman Wisata Ijen Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi.

Di wisata Kawah Ijen terdapat salah satu fenomena alam yang sangat terkenal, yaitu Blue Fire. Fenomena Blue Fire terjadi saat dini hari antara pukul 02.00 hingga 04.00 WIB. Kejadian unik ini yang sering ditunggu-tunggu wisatawan. Maka tak heran jika para pengunjung sudah bersiap-siap mendaki menuju kawah saat dini hari. Dari Kawah Ijen, wisatawan juga bisa melihat panorama dari gunung lainnya diantaranya Gunung Marapi, Gunung Raung, Gunung Suket, dan Gunung Rante.

Ijen Blue Fire

Ijen Blue Fire

Fenomena unik Blue Fire konon hanya ada di Kawah Ijen. Sehingga bukan hanya traveler saja yang berkunjung tetapi juga para peneliti dan ilmuwan berbondong-bondong datang ke sini. Dari wisatawan lokal hingga turis mancanegara setiap harinya berkunjung ke Kawah Ijen untuk menyaksikan peristiwa Blue Fire. Tak hanya itu saja, sunrise dari Puncak Ijen pun juga dapat disaksikan saat menjelang berakhirnya malam.

Penting untuk diketahui bagi wisatawan adalah bahwa Gunung Ijen merupakan gunung api yang masih aktif sampai saat ini. Berada di ketinggian 2.386 mdpl dan memiliki danau kawah serta area yang penuh dengan belerang.

Pastikan jika Anda memakai masker saat memasuki kawasan Kawah Ijen. Karena intensitas asap belerang yang tinggi dapat membuat sesak nafas dan membahayakan pengunjung. Tak jarang pula kawasan ini tiba-tiba ditutup karena kadar belerang yang membahayakan. Jadi jangan heran jika sudah sampai di puncak Ijen, wisatawan diminta balik karena adanya gas beracun yang keluar dari area belerang. Jika Anda mempunyai riwayat sesak nafas atau penyakit jantung, sangat disarankan untuk tidak datang ke tempat ini. Bau asap belerang yang menyengat bisa membuat batuk dan pusing bahkan dapat mengakibatkan pingsan dan meninggal dunia.

Namun jika kondisinya aman, para traveler bisa menikmati Blue Fire, keindahan panorama pegunungan, sunrise, dan aktifitas para penambang belerang yang menarik juga untuk dinikmati.

Penambang Belerang Ijen

Penambang Belerang Ijen

Jika traveler ingin tau lebih dekat mengenai aktifitas para penambang belerang, Anda bisa saja bercakap-cakap dengan mereka. Saat tak terlalu sibuk, mereka akan menyambut Anda dan tak sungkan untuk berbagi pengalaman dan cerita hidup sebagai penambang belerang. Anda bisa merasakan bagaimana kerasnya hidup penambang belerang, setiap hari bertaruh nyawa mengorbankan diri untuk mendapatkan belerang dan menukarnya dengan duit yang kadangkala tak seberapa banyak.

Danau Kawah Ijen

Danau Kawah Ijen

Nah, bagi wisatawan yang gemar fotografi, Kawah Ijen sangat layak untuk jadi ajang hunting foto-foto. Peristiwa Blue Fire, sunrise, air kawah yang berwarna hijau, rute pendakian menuju kawah, aktifitas penambang belerang, jangan sampai tidak terdokumentasi di kamera maupun handphone Anda. Jangan lupa untuk selfie maupun foto rame-rame dengan orang-orang tersayang di tempat ini. Karena suatu saat hal itu akan menjadi memori indah dalam hidup Anda.

Untuk menuju kawasan wisata Kawah Ijen, bisa melalui Bondowoso maupun Banyuwangi. Jika dari Banyuwangi, Anda harus menuju Kecamatan Licin kemudian menuju Desa Banyusari. Dari Desa Banyusari lanjut menuju Paltuding. Jika dari arah Bondowoso, Anda menuju ke Wonosari kemudian ke Tapen, lanjut ke Sempol dan berhenti di Paltuding.

Paltuding merupakan pintu gerbang menuju kawasan Cagar Alam Kawah Ijen. Dari Paltuding, wisatawan harus berjalan kaki menuju puncak Ijen sejauh lebih kurang 3 km. Pada jalur lintasan 2 km awal, jalanan cukup berat dan menanjak dengan kontur tanah berpasir dan kerikil. Tingkat kemiringan di jalur ini adalah 25-35 derajat. Kemudian akan dijumpai Warung Pos Bundar (pos berbentuk lingkaran), dan wisatwan bisa istirahat sejenak di sini. Setelah itu lanjut naik dengan kontur tanah yang lebih curam dari sebelumnya. Pada 1 km terakhir jalanan relatif landai dan wisatawan akan disuguhi pemandangan deretan pegunungan yang sangat indah.

Untuk turun menuju ke kawah, traveler harus melintasi tanah bebatuan sejauh lebih kurang 800 meter dengan kondisi terjal dan tingkat kemiringan 45 derajat. Saat menyusuri jalur ini, Anda akan berpapasan dengan penambang belerang. Jangan menghalangi jalur mereka lewat dan lebih baik mengalah karena jalanan itu adalah jalur untuk mereka serta mereka membawa beban yang sangat berat. Jadilah traveler yang baik hati dan sopan santun dimanapun berada.

 

Jika tak mau ribet mengenai transportasi menuju Kawah Ijen, kami bisa membantu Anda. Kami menyediakan sewa transport diantaranya sewa Bus, sewa Hiace, sewa Elf, sewa Mobil dan Paket Wisata. Silahkan menghubungi Customer Service Bunga Indah Transport dan dengan senang hati kami melayani Anda.

Selamat Berwisata! 🙂

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply